Tentang Kami


    

Didirikan di Jakarta, 1 Maret 1977.

Hingga 2018, sudah memproduksi lebih dari 150 pementasan, baik di televisi maupun di panggung TIM dan GKJ. TEATER KOMA banyak menggelar karya N. Riantiarno, antara lain; Rumah Kertas, Maaf.Maaf.Maaf, Kontes 1980, J.J, Trilogi Opera Kecoa (Bom Waktu, Kecoa, Julini), Opera Primadona, Semar Gugat, Banci Gugat, Konglomerat Burisrawa, Suksesi, Kala, Cinta Yang Serakah, RSJ, Trilogi Republik (Bagong, Togog, Petruk), Opera Sembelit, Tanda Cinta dan Rumah Pasir. Pergelaran sandiwara yang bersumber dari lakon Cina dan disadur kembali adalah: Sampek Engtay, Opera Ular Putih, Siejinkwie, Siejinkwie Kena Fitnah, Siejinkwie di Negri Sihir, Siejinkwie Melawan Siluman Barat, Demonstran, Warisan. Dan yang mutakhir; Gemintang.

Sandiwara karya para dramawan dunia juga digarap TEATER KOMA. Antara lain; William Shakespeare (Comedy of Error, Romeo Yuliet), Georg Buchner (Woyzeck), Bertolt Brecht (The Threepenny Opera, The Good Person of Shechzwan, Mother Courage), Moliere (OKB, Kena Tipu, Dua Dara, Si Bakil, Tartuffe), Aristophanes (Women of Parliament), Arthur Miller (The Crucible), Beaumarchaise (The Marriage of Figaro), George Orwell (Animal Farm), Alfred Jarre (Ubu Roi), Friedrich Schiller (The Robber), Friedrich Durrenmatt (The Visit), dan Evald Flisar (What About Leonardo, Antigone Now).

N. Riantiarno dan Teater Koma tetap yakin, teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. Jujur, bercermin lewat teater, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk menemukan kembali peran akal sehat dan budi-nurani. Sikap saling menghargai perbedaan, saling menghargai sesama.

TEATER KOMA, kelompok kesenian nir-laba yang konsisten dan produktif. Dikenal punya banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar lebih dari dua minggu.




Share This Post to: